PRIORITAS, 26/3/25 (Tel Aviv): Israel Defense Forces (IDF) atau Pasukan Pertahanan Israel dan Badan Intelijen Shin-Bet, mengungkapkan seorang wartawan Palestina yang terbunuh dalam serangan udara di Jalur Gaza utara, merupakan kombatan dan sniper atau penembak jitu militan Hamas.
Militer Israel dalam sebuah pernyataan terbaru mengatakan Hossam Shabat yang disebut-sebut sebagai wartawan Al-Jazeera di Jalur Gaza, sebenarnya adalah anggota teroris Hamas yang menyamar sebagai jurnalis agar tidak dicurigai.
“Dia seorang teroris penembak jitu dari Batalyon Beit Hanoun organisasi teroris Hamas, yang secara sinis menyamar sebagai jurnalis Al-Jazeera”, ungkap IDF, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari Ynetnews, hari Rabu (26/3/25).
Salahsatu bukti, IDF merilis dokumen militan Hamas berbahasa Arab berisi daftar nama-nama anggota, yang berhasil diperoleh intelijen Israel. Dalam dokumen tersebut, terdapat nama Hossam Shabat termasuk identitas lengkap seperti tempat tanggal lahir, tempat latihan milter serta terdaftar dalam batalion mana.
Sudah dilacak intelijen
Militer Israel menyatakan mereka sengaja melakukan serangan udara terarah di Gaza Utara, untuk membunuh Hossam Shabat dan anggota militan Hamas lainnya, yang jejak mereka sudah lama terlacak.
Hossam Shabat dengan rompi Press (wartawan) diketahui bebas melakukan aktivitas di Jalur Gaza termasuk di wilayah basis militan Hamas. Ia bahkan pernah terlihat mengambil gambar foto posisi pasukan dan tentara Israel.
Tindakannya ini dicurigai sebagai aktivitas memata-matai dan bahan ia mempersiapkan tembakan senjata sniper ke tentara Israel di jalur Gaza.
“Selama perang, Hossam teridentifikasi melancarkan serangan teroris terhadap pasukan IDF dan warga sipil Israel. Ini adalah bukti tambahan afiliasi teroris Hamas dengan jaringan Al-Jazeera,” jelas IDF.
Pernyataan militer Israel ini untuk menanggapi tudingan sengaja membunuh wartawan yang meliput perang di Jalur Gaza.
IDF dan Shin Bet mengonfirmasi agen Hamas Hossam Shabat yang bekerja sebagai jurnalis itu, memiliki jutaan pengikut di media sosial.
Pada Oktober 2024, IDF dan ISA mengungkap afiliasi langsung Hossam Shabat dengan sayap militer organisasi teroris Hamas.
“Dokumen internal Hamas terungkap yang membuktikan bahwa ia berpartisipasi dalam pelatihan militer yang dilakukan oleh Batalyon Beit Hanoun Hamas pada tahun 2019,” tambah pernyataan militer itu.
Dua teroris menyamar
Sebelumnya pada 15 Maret 2025 lalu, Israel juga membunuh dua teroris Hamas yang menyamar sebagai wartawan. Mereka tewas dalam serangan udara di Beit Lahiya, Gaza utara.
Intelijen berhasil mengindentifikasi mereka berdua adalah Bilal Mahmood Fuad Abu Matar anggota Hamas yang beroperasi dengan kedok wartawan fotografi, dan Mahmoud Imad Hassan Isleem anggota Batalyon Zeitoun Hamas yang beroperasi dengan kedok jurnalis.
Menurut media Palestina, serangan Israel di Beit Lahiya itu menewaskan sembilan orang, termasuk wartawan Namun IDF mengungkapkan serangan itu menewaskan beberapa teroris, termasuk yang berkedok jurnalis.
IDF mengatakan selain dua ‘jurnalis palsu’ tersebut, serangan militer juga membunuh beberapa anggota militan Hamas lain dan Jihad Islam, ketika mereka mengoperasikan pesawat tak berawak (drone) untuk tujuan menyerang pasukan di Gaza.
Salahsatunya adalah Mustafa Mohammed Shaaban Hamed seorang teroris Hamas terlibat pembantaian dan penculikan warga Israel serta warga negara asing saat penyerangan di Festival Musik Nova 7 Oktober 2023 di Israel Selatan.
Selain itu, juga tewas Mahmoud Yahya Rashdi as-Saraj seorang anggota pasukan teknik Hamas, Suheib Bassem Khaled Najar seorang anggota Jihad Islam Palestina yang dibebaskan dalam kesepakatan gencatan senjata sandera baru-baru ini dengan Hamas dan Mohammed Alaa Suhbi al-Jafir, anggota Hamas.(P-Jeffry W)