Tonton Youtube BP

Verizon, operator Telco raksasa, PHK 15.000 karyawan di AS

Armin Mandika
16 Nov 2025 15:57
2 minutes reading

PRIORITAS, 16/11/25 (Jakarta):  Sekitar 15.000 karyawan Verizon di Amerika Serikat berencana dipangkas dan merupakan pemutusan hubungan kerja (PHK) terbesar sepanjang sejarah perusahaan.
Untuk informasi ini disampaikan seorang sumber, menyusul upaya restrukturisasi yang dipimpin CEO baru, Dan Schulman, demikian dikutip dari laporan Reuters, Jumat (14/11/25) sebagaimana dilansir dari CNBC Indonesia.

Adapun langkah ini diambil di tengah tekanan persaingan yang semakin kuat di industri telekomunikasi. Verizon menghadapi tantangan untuk menarik pelanggan baru, sedangkan pesaing lama menawarkan paket lebih murah dan operator kabel mulai memperluas bisnis layanan seluler.
Sebagaimana sumber tersebut mengatakan PHK yang mencakup sekitar 15 persen  tenaga kerja Verizon dapat dimulai paling cepat pekan depan.

Hal ini juga akan memangkas lebih dari 20 persen jajaran manajemen non-serikat pekerja. Selain itu, Verizon berencana mengubah sekitar 180 gerai ritel milik perusahaan menjadi gerai waralaba.

“Verizon membutuhkan transformasi biaya dan restrukturisasi fundamental pada pengeluaran kami. Kami akan menjadi bisnis yang lebih sederhana, ramping, dan lebih gesit,” kata Schulman dalam pernyataan sebelumnya.

Untuk kuartal III 2024, Verizon hanya menambah 44.000 pelanggan seluler pascabayar, tertinggal dari AT&T. T-Mobile memimpin dengan tambahan lebih dari 1 juta pelanggan bersih.
Untuk operator kabel seperti Comcast dan Charter juga memperketat persaingan dengan menggabungkan paket seluler dan internet berkecepatan tinggi.

Sementara Saham Verizon naik sekitar 1,5 persen setelah kabar PHK mencuat. Namun dalam tiga tahun terakhir, saham perusahaan cenderung stagnan dengan kenaikan hanya 8 persen, jauh di bawah lonjakan hampir 70 persen indeks S&P 500.

Bahkan Schulman sebelumnya menegaskan tidak ingin menaikkan harga layanan. Ia menilai ketergantungan Verizon pada strategi kenaikan harga tanpa pertumbuhan pelanggan tidak berkelanjutan. Verizon saat ini merupakan operator dengan tarif tertinggi di sektor tersebut.

Akhir 2024, Verizon memiliki sekitar 100.000 karyawan di AS, setelah memangkas hampir 20.000 posisi selama tiga tahun terakhir. Tahun lalu perusahaan juga mengurangi 4.800 pekerja melalui program pemisahan sukarela dan mencatat biaya hampir US$2 miliar.

Sementara analis MoffettNathanson, Craig Moffett, mengatakan fokus utama CEO baru adalah menghentikan kehilangan pelanggan, yang dapat memerlukan subsidi besar untuk perangkat premium bagi pelanggan. Namun, ia mempertanyakan apakah penghematan biaya akan cukup mengimbangi biaya retensi pelanggan.

“Pertanyaan yang jelas adalah bagaimana Verizon berencana membayar itu. Sekarang kita tahu,” kata Moffett. “Yang belum kita ketahui adalah apakah penghematan biaya ini benar-benar akan membantu menutupi biaya retensi pelanggan yang lebih tinggi,” katanya. (P-*r/am)

 

 

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x