25.1 C
Jakarta
Sunday, April 6, 2025
spot_img

    Tragedi longsor Mojokerto meninggalkan sejumlah fakta memilukan

    Terkait

    PRIORITAS, 5/4/25 (Mojokerto): Kejadian yang sangat memilukan di masa mudik Lebaran tahun ini adalah peristiwa tanah longsor di jalur Pacet-Cangar, Mojokerto. Sebanyak sepuluh korban meninggal karena dua mobil yang tumpangi diempas longsor.

    Bertalian dengan tragedi tersebut, ada sejumlah fakta yang memilukan. Salah satunya adalah korban yang terdiri dari dua keluarga berbeda, sedang melakukan perjalanan mudik dan silaturahmi ke rumah kerabatnya.

    Dirangkum dari berbagai sumber pada tragedi tersebut, berikut ini sejumlah fakta memilukan yang dihimpun dari rangkaian kabar mengenai longsor di Jalur Pacet-Cangar di Mojokerto ini.

    Kejadian longsor saat mudik

    Tragedi longsor itu terjadi di jalur Pacet-Cangar, tepatnya di kawasan wisata Coban Watu Lumpang, Desa/Kecamatan Pacet, Mojokerto pada Kamis (3/4/25) siang sekitar pukul 11.15 WIB.

    Saat itu adalah hari keempat Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah, di mana sebagian masyarakat masih dalam suasana silaturahmi dan menghabiskan waktu berkunjung ke rumah sanak keluarga.

    Pada saat itu, ketika sejumlah mobil sedang melintas, tebing setinggi kurang lebih 50 meter tiba-tiba longsor membawa serta material lumpur, bebatuan, dan sejumlah pohon yang tumbang.

    Saat yang sama, dua mobil sedang melintas di jalur tersebut. Sebuah pikap Gran Max warna putih dan Toyota Innova Reborn warna abu-abu. Material longsor menghempas keduanya.

    Dua keluarga yang berbeda

    Dua keluarga yang mengalami naas tersebut, baik pikap maupun mobil penumpang itu berisi dua keluarga berbeda. Pikap memuat tiga orang termasuk sopir, terdiri dari ayah, ibu dan satu anak yang masih balita.

    Sementara Innova Reborn berisi tujuh orang termasuk sopir, terdiri dari empat perempuan yang dua di antaranya sudah lansia, sat dewasa dan sat balita, serta tiga orang laki-laki: sat dewasa, sat lansia, dan sat anak-anak.

    Hantaman longsor dan material yang dibawa membuat kedua mobil itu terempas ke jurang. Kedua mobil itu ditemukan di dalam jurang dengan jarak dari jalan antara 100-200 meter.

    Baik pikap maupun Innova ringsek, terbalik dan tertimbun material longsor. Mobil Innova Reborn ditemukan dalam keadaan terjepit dua batu dan sat pohon berukuran besar.

    Sepuluh orang meninggal

    Tak ada penumpang yang selamat, baik tujuh orang yang di Innova maupun tiga lainnya di mobil pikap, semuanya meninggal. Secara bertahap seluruh korban ditemukan dan dievakuasi dari kendaraan masing-masing oleh Tim SAR.

    Sopir Innova bernama Masjid Zatmo Setio (31) adalah korban pertama yang berhasil dievakuasi saat petugas melakukan pembersihan material longsor.
    Lelaki warga RT 10, RW 2, Desa Kloposepuluh, Sukodono, Sidoarjo itu dievakuasi dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Semenentara Istri, dua anaknya, dan tiga kerabatnya dievakuasi hari berikutnya.

    Tim SAR gabungan yang diturunkan untuk operasi pencarian korban melibatkan 450 orang pada Jumat (4/4/25). Tim ini juga juga mengevakuasi sekeluarga terdiri dari pasutri dan satu anak balita dari pikap Gran Max putih.

    Proses evakuasi sulit

    Hampir semua jenazah, kecuali sopir Innova, terjebak di kabin mobil masing-masing. Innova ditemukan di jurang 100 meter dari jalan, sedangkan pikap berjarak 200 meter dari jalan Pacet-Cangar.

    Proses evakuasi enam penumpang Innova berjalan alot karena minibus abu-abu itu tidak hanya terbalik tapi terjepit dua batu dan pohon berukuran cukup besar di dalam jurang.

    Adapun dari total sepuluh korban meninggal itu, tiga di antaranya adalah anak-anak. Ada dua orang balita dan satu anak berusia enam tahun

    Jadi mudik dan silaturahmi terakhir

    Satu keluarga penumpang Innova asal Desa Kloposepuluh, Sidoarjo sedang perjalanan hendak silaturahmi ke rumah saudara mereka di Kota Batu saat dihantam longsor Jalur Pacet-Cangar. Tujuan mereka akan melakukan silaturahmi ke keluarga di Bumiaji Batu.

    Adapun keluarga Ahmad Fiki Muzaki (28) asal Desa Jatijejer, Trawas, Mojokerto yang mengendarai pikap sedang perjalanan mudik ke kampung halamannya di Trenggalek.

    Rencana mau mudik ke Trenggalek karena sang ayah (Fiki) asli Trenggalek. Sebelumnya mau ke rumah saudaranya dulu di Blitar, lanjut Tulungagung, lalu Trenggalek. Tak disangka kalau kemudian itu adalah jadi mudik dan silahturahmi terakhir bagi kedua keluarga ini.

    Jumat sore usai proses identifikasi tuntas, semua jenazah yang merupakan keluarga rombongan Innova yang hendak silaturahmi ke kerabat di Kota Batu, dipulangkan ke rumah duka di Sukodono, Sidoarjo.

    Tinggal tangis haru keluarga korban menyambut kedatangan jenazah. Proses pemakaman pun segera dilakukan. (P-*/Armin M)

     

     

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Headline News

    - Advertisement -spot_img

    Terkini