Dikecam dari berbagai pihak, FIFA batalkan proposal kontroversial rencana jual saham Piala Dunia

Wolter Rumapar
Sabtu, 1 Agustus 2026
BOLA 0 254
2 menit membaca


PRIORITAS, 1/8/26 (Swiss):
Setelah sebelumnya mendapat kritik dan penolakan dari berbagai kalangan yakni UEFA (Konfederasi sepak bola Eropa), AFC (Sepal bola Asia), Concacaf (Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia) serta PM Inggris, Andy Burnham dan mantan Presiden FIFA Sepp Blatter, akhirnya FIFA membatalkan rencana menjual saham Piala Dunia dan turnamen lainnya ke pihak swasta.

Keputusan tersebut diumumkan Presiden FIFA Gianni Infantino, setelah proposal itu menuai penolakan luas dari berbagai konfederasi dan asosiasi sepak bola dunia. Keputusan itu menyusul gelombang penolakan sehingga Presiden FIFA Gianni Infantino secara resmi mengumumkan pembatalan proposal tersebut pada Sabtu (1/8/26).

“Proyek FIFA Forward Enterprise dimaksudkan untuk memberikan dasar bagi penguatan lebih lanjut Asosiasi Anggota FIFA dan olahraga kita di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang paling membutuhkan dukungan,” kata Infantino.

Ia menegaskan, sejak awal proyek tersebut hanya akan dilaksanakan apabila memperoleh dukungan mayoritas anggota FIFA melalui proses konsultasi. “Setelah mendengarkan dengan saksama semua pandangan, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menciptakan perpecahan yang, terlepas dari tingkat dukungannya, tidak lagi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan sejak awal,” jelasnya.

Akibatnya, proposal ini tidak akan dilanjutkan. “Ke depannya, niat saya adalah menyatukan kembali semua pihak yang berkepentingan demi terus mengembangkan sepak bola di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang paling membutuhkan dukungan,” lanjutnya.

Dapat sambutan positif

Keputusan FIFA membatalkan proposal tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Presiden AFC, Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, menegaskan masa depan sepak bola dunia harus dibangun melalui konsultasi dan penghormatan terhadap tata kelola organisasi.

“Masa depan sepak bola global harus selalu dibentuk melalui konsultasi yang tepat, dialog kolektif, dan penghormatan terhadap struktur tata kelola yang telah mapan dalam olahraga kita,” ucapnya. Federasi Sepak Bola Australia juga menyambut baik langkah FIFA.

Ketua Federasi Sepak Bola Australia, Anter Isaac, menilai integritas dan transparansi harus tetap menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan. “Sepak bola tidak pernah berhenti berkembang. Namun, beberapa prinsip tidak boleh berubah, yakni integritas, independensi, tata kelola yang baik, transparansi, konsultasi yang bermakna, dan proses hukum yang adil,” tambahnya.

Dilansir Beritasatu.com, meski proposal telah dibatalkan, keputusan tersebut diperkirakan tetap akan menjadi sorotan menjelang pemilihan Presiden FIFA pada 2027, ketika Gianni Infantino dikabarkan kembali mencalonkan diri. (P-*/wr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025