Tonton Youtube BP

Presiden Trump tidak senang Rusia serang pabrik AS di Ukraina

Jeffry Wuisan
23 Aug 2025 19:11
4 minutes reading

PRIORITAS, 23/8/25 (Washington): Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan kepada Presiden Vladimir Putin, dia tidak senang adanya serangan Rusia terhadap pabrik elektronik AS di Ukraina barat.

Sebuah peluru kendali (rudal) Rusia menghantam pabrik elektronik milik perusahaan AS, Flex Ltd. dalam serangan skala besar pada Kamis malam 21 Agustus 2025.

Padahal pabrik tersebut, tidak memproduksi peralatan militer dan terletak jauh dari garis depan di Mukachevo, Oblast Zakarpattia.

Ketika berada di Ruang Oval , Gedung Putih, seorang reporter bertanya kepada Trump apakah dia telah berbicara dengan Putin tentang serangan terhadap perusahaan AS.

“Saya bilang kepadanya bahwa saya tidak senang dengan hal itu,” tegas Trump, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari The Independent, hari Sabtu (23/8/25).

Trump sebelumnya tidak mengumumkan adanya percakapan dengan Putin antara waktu serangan dan pertemuannya dengan para wartawan di Gedung Putih, Washington DC.

Sudah banyak ancaman

Trump juga mengatakan ia berharap mengetahui dalam waktu dua minggu, bagaimana negosiasi perdamaian di Ukraina yang ditengahinya akan berlangsung.

Menurut Trump,  AS mungkin akan menerapkan strategi baru jika kesepakatan tidak tercapai.

“Kita akan tahu dalam dua minggu apakah akan ada perdamaian di Ukraina. Setelah itu, kita mungkin harus mengambil langkah yang berbeda,” ujarnya.

Trump sudah berkali-kali menetapkan sejumlah tenggat waktu untuk kesepakatan damai di Ukraina, tetapi tidak satu pun yang dipenuhi Presiden Rusia, Putin.

Trump juga sudah banyak kali mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, jika Kremlin tidak mengambil tindakan pada tanggal tertentu, tetapi tidak pernah menindaklanjuti satu pun ancaman tersebut.

Sengaja serang pabrik AS

Menyusul serangan Rusia terhadap Mukachevo pada 21 Agustus, Presiden Volodymyr Zelensky menuduh Rusia sengaja menyerang pabrik AS di tengah perundingan damai yang sedang berlangsung.

“Rusia tahu persis di mana mereka melemparkan rudal. Kami yakin ini adalah serangan yang disengaja, khususnya terhadap properti milik Amerika di Ukraina, terhadap investasi Amerika,” ujarnya.

Serangan terhadap pabrik milik perusahaan AS itu. terjadi kurang dari seminggu setelah Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Alaska untuk membahas diakhirinya perang.

Flex Ltd. adalah perusahaan multinasional Amerika yang diperdagangkan secara publik dan salah satu produsen kontrak elektronik terbesar di dunia.

Perusahaan ini telah beroperasi di Ukraina sejak tahun 2000 dan pada tahun 2012, membuka pabrik Mukachevo seluas 55.000 meter persegi di Oblast Zakarpattia yang menjadi sasaran serangan Rusia.

Pabrik tersebut mempekerjakan lebih dari 2.600 orang, dan menyumbang 1% dari total bisnis Flex.

“Ini adalah fasilitas sipil biasa dengan investasi Amerika. Mereka memproduksi barang-barang rumah tangga sehari-hari, seperti mesin kopi,” kata Presiden Volodymyr Zelenskyy.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, juga mengatakan fasilitas tersebut tidak ada hubungannya dengan pertahanan atau militer.

Seorang karyawan di Flex mengatakan kepada Kyiv Independent, pabrik tersebut tidak memproduksi peralatan militer apa pun.

Permalukan AS

Rusia meluncurkan 574 pesawat nirawak (drone) serta 40 rudal ke Ukraina saat itu, sebagian besar menargetkan wilayah barat yang jauh dari garis depan.

Serangan di wilayah tersebut menewaskan satu orang dan melukai setidaknya 23 lainnya, menurut otoritas setempat.

Presiden Kamar Dagang Amerika di Ukraina, Andy Hunder, menilai Rusia mencoba mempermalukan bisnis Amerika,  yang telah berhasil beroperasi di Ukraina selama beberapa dekade.

Sybiha mengatakan satu rudal menghantam pabrik Flex, sementara Zelensky mengatakan lokasi tersebut menjadi sasaran beberapa rudal jelajah.

Foto dan video yang dibagikan di media sosial menunjukkan kerusakan parah pada fasilitas pabrik.

Beberapa karyawan dan kontraktor masih dirawat di rumah sakit, meskipun tidak ada yang meninggal dunia.

Perusahaan terpaksa beralih ke rencana cadangan, untuk menjaga operasional tetap berjalan dan sedang menilai kerusakan yang terjadi di pabrik.

Seorang karyawan di pabrik tersebut mengatakan sekitar 800 pekerja biasanya bekerja pada shift malam.

Beruntung pada 21 Agustus itu, sebagian besar sempat dievakuasi ke tempat perlindungan beton di lokasi, setelah peringatan serangan udara berbunyi.

Ini bukan serangan Rusia pertama terhadap fasilitas terkait AS di Ukraina. Pada bulan Juni lalu, Rusia juga menargetkan sebuah gedung, yang digunakan raksasa kedirgantaraan dan pertahanan AS, Boeing.(P-Jeffry W)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x