Tonton Youtube BP

Petugas temukan lagi banyak mayat di apartemen Hong Kong yang terbakar

Jeffry Wuisan
28 Nov 2025 09:35
3 minutes reading

PRIORITAS, 28/11/25 (Hong Kong): Para petugas pemadam kebakaran sejak Kamis malam hingga Jumat pagi menemukan lagi lebih banyak mayat di lokasi tujuh apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, yang terbakar.

Lebih 30 jenazah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, saat petugas pemadam kebakaran menggunakan tangga udara untuk memadamkan api yang masih menyala di lantai atas blok Wang Fuk Court.

Menurut informasi terbaru yang diperoleh Beritaprioritas.com, hari Jumat pagi (28/11/25), korban tewas kebakaran apartemen Hong Kong tersebut bertambah menjadi 94 orang.

Upaya penyelamatan dan pencarian masih terus berlanjut hingga hari ke-3 kebakaran.

Petugas Damkar Hong Kong menyebut, ada kemungkinan jumlah korban tewas masih bisa bertambah, karena masih banyak penghuni yang dinyatakan hilang.

Sebanyak 94 orang yang tewas itu, termasuk seorang petugas pemadam kebakaran.

Selain itu, pihak berwenang menyebutkan terdapat 76 orang terluka termasuk 11 petugas pemadam kebakaran. Sekitar 56 orang masih dirawat di rumah sakit.

Sedang renovasi

Delapan blok hunian apartemen di kawasan tersebut memang sedang dilakukan renovasi sejak Juli 2024.

Pihak kontraktor hanya menggunakan puluhan ribu perancah bambu dan jaring hijau membungkus setiap tower apartemen, untuk digunakan para pekerja.

Pihak berwenang mengatakan bahan styrofoam (busa padat) yang sangat mudah terbakar, ternyata juga digunakan dalam pekerjaan renovasi menyebabkan api menyebar dengan cepat.

Berdasarkan penyelidikan awal, petugas menemukan styrofoam menutupi jendela lift di setiap lantai.

Hal ini menurut pihak berwenang menyebabkan api semakin mudah menyebar ke dalam blok dan membakar apartemen-apartemen di koridor.

“Jaring nylon dan lembaran kain yang digunakan membungkus bagian luar gedung, juga tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran”, ungkap petugas.

Pemimpin Hong Kong, John Lee Ka-chiu, telah memerintahkan inspeksi semua perumahan umum yang sedang menjalani renovasi besar.

Ia meminta pihak berwenang meluncurkan penyelidikan kriminal untuk menemukan penyebab kebakaran paling mematikan dalam beberapa dekade di Hong Kong tersebut.

Dugaan korupsi

Pihak berwenang juga melakukan investigasi dugaan terjadinya korupsi pada proyek perbaikan apartemen tersebut yang bernilai HK$330 Juta (sekitar 705, 6 miliar Rupiah).

Tiga orang terdiri dari dua direktur dan seorang konsultan kontraktor yang bertanggung jawab atas renovasi gedung apartemen itu, telah ditangkap atas tuduhan pembunuhan.

Mereka diduga menggunakan material yang tidak sesuai standar memicu tragedi tersebut.

Upaya penyelamatan sampai Jumat masih terus berlanjut, karena kobaran api yang berkobar di semua blok Pengadilan Wang Fuk telah berhasil dikendalikan.

Presiden China, Xi Jinping, menyampaikan belasungkawa dan menyerukan “upaya maksimal” untuk meminimalkan korban dan kerugian.

Kebakaran pertama kali dilaporkan pada pukul 14.51 hari Rabu dan segera berkembang menjadi kobaran api besar, dengan asap hitam mengepul tinggi ke angkasa.

Api dengan cepat menyebar ke tujuh dari delapan blok di perumahan tersebut.

Rekaman awal menunjukkan perancah bambu di luar beberapa apartemen dengan cepat terbakar menjadi spiral api, sebelum akhirnya dilalap api yang menjulang tinggi.

Bagian-bagian jaring hijau yang terbakar ikut menambah api cepat menyala di setiap bambu perancah.(P-Jeffry W)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x