31.4 C
Jakarta
Saturday, August 30, 2025

    Penelitian baru: Sebelum tidur, hindari kudapan pemicu mimpi buruk

    Terkait

    PRIORITAS, 5/7/25 (Jakarta): Sebuah penelitain baru menemukan jenis kudapan tertentu yang bisa menjadi pemicu mimpi buruk jika dimakan sebelum tidur.

    Hasil penelitian Dr. Tore Nielsen dan tim dari Université de Montréal, Kanada, itu dipublikasikan di Frontiers in Psychology pada awal Juli 2025, disiarkan Hidustan Times dan dikutip Beritaprioritas dari Antara Sabtu (5/7/25). Penelitian tersebut menunjukkan, orang dengan intoleransi laktosa, lebih mungkin mengalami mimpi buruk pada malam hari jika mereka mengonsumsi produk susu sebagai camilan larut malam.

    Dalam penelitian yang dilakukan pada 1.000 mahasiswa itu, para peneliti mempelajari hubungan makan camilan tengah malam dengan peluang mengalami mimpi buruk. Para peneliti mengamati bahwa hampir 22 persen makanan yang berpeluang memengaruhi mimpi adalah susu dan produk olahannya, termasuk yoghurt dan keju.

    Orang dengan intoleransi laktosa mendapat skor lebih tinggi dalam frekuensi dan tingkat keparahan mimpi buruk menurut hasil penelitian.

    Selain itu, makanan penutup, permen, makanan pedas, daging, dan sereal juga berpeluang besar mempengaruhi mimpi.

    Para peneliti menyimpulkan, camilan tidak secara langsung menyebabkan mimpi buruk, tetapi menimbulkan ketidaknyamanan fisik yang bisa memicu munculnya mimpi buruk.

    Perut kembung dan kram

    Gejala gangguan gastrointestinal seperti perut kembung dan kram menurut hasil penelitian merupakan faktor yang menghubungkan antara apa yang dimakan dan apa yang mengganggu tidur.

     

    Penelitian ini menegaskan kembali hasil penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan tertentu dapat memicu gangguan tidur, dan kurang tidur dapat menyebabkan mimpi buruk.

    Namun, penelitian ini merupakan studi pertama dari jenisnya yang menawarkan bukti tentang bagaimana sensitivitas terhadap makanan dapat memengaruhi mimpi karena mekanisme fisik yang terjadi di saluran pencernaan.

    Dr. Tore Nielsen selaku penulis utama hasil penelitian mengemukakan perlunya studi eksperimental untuk mengetahui apakah orang bisa benar-benar mendeteksi efek makanan tertentu terhadap mimpi.

    “Kami ingin menjalankan studi di mana kami meminta orang untuk mengonsumsi produk keju dibandingkan dengan beberapa makanan kontrol sebelum tidur untuk melihat apakah ini mempengaruhi tidur atau mimpi mereka,” katanya. (P-Rebecca WT)

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Headline News

    spot_img

    Terkini