Ketua Umum Partai Golkar, Bahli Lahadalia (kiri) siap mendukung Christian Pua dalam pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Utara, 6-7 Desember 2025. (Ist.)PRIORITAS, 23/11/25 (Jakarta): Fungsionaris Partai Golongan Karya (Golkar) Christian Pua memastikan sudah dapat dukungan penuh Ketua Umum Bahlil Lahadalia dan Koordinator Wilayah Sulawesi, Muhidin Muhamad Said, untuk maju sebagai Calon Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Utara (PG Sulut) 2025.
Pemilihan Ketua DPD PG Sulut akan dilakukan dalam Muswarah Daerah (Musda) partai berlambang pohon beringin itu pada 6-7 Desember 2025 mendatang di Manado.
Dalam pesan WhatsApp kepada Beritaprioritas Sabtu (22/11/25) malam tadi, dengan adanya kepastian dukungan Ketum PG dan Korwil Sulawesi, Christian Pua yang akrab dipanggil Eto menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Sulut. “Siap maju dan bertarung!” ungkap Eto.
Sebelumnya, kandidat lain, Tonny Hendrik Lasut yang merupakan Ketua Partai Golkar Kabupaten Minahasa Tenggara, mengklaim dapat dukungan juga dari Ketum Bahlil Lahadalia. Namun dengan penegasan Eto, tampaknya dukungan Bahlil sudah fokus terarah kepada diri pengusaha nasional itu.
Kedekatan dan sinergi antara Bahlil Lahadalia dan Christian Pua diketahui sudah terjalin lama. Sebelumnya kedua tokoh pengusaha ini sama-sama pernah menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dengan posisi Christian sebagai senior. Keduanya juga sama-sama pernah menjadi pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Eto mengaku sudah memiliki sejumlah program untuk memajukan kiprah Partai Golkar di Sulawesi Utara. “Saya siap membawa Partai Golkar berkibar kembali di Bumi Nyiur Melambai Sulawesi Utara,” ungkap Eto. Kedekatannya dengan Ketum Bahlil, dimaknainya secara sangat positif. “Karena kami dekat dan satu frekuensi, sinergi DPP dan DPD Partai Golkar Sulut pasti akan optimal.
Perolehan kursi Partai Golkar untuk anggota DPRD Sulawesi Utara dalam dua Pemilu terakhir mengalami penurunan. Pada Pemilu 2019 Partai Golkar Sulut hanya mendapatkan tujuh kursi, sebelumnya dalam Pemilu 2014 memperoleh sembilan kursi. Pada Pemilu 2024 lalu perolehan makin turun menjadi enam kursi.
Sementara untuk anggota DPR RI dari Partai Golkar, dalam tiga kali Pemilu terakhir (2014, 2019, 2024) hanya mampu merebut satu dari enam kursi yang disediakan. (P-ht)
No Comments