Tonton Youtube BP

Operasi di apartemen Hong Kong berakhir, jumlah korban tewas capai 128 orang

Jeffry Wuisan
29 Nov 2025 00:00
2 minutes reading

PRIORITAS, 28/11/25 (Hong Kong): Pihak berwenang Hong Kong menyatakan operasi penyelamatan dalam kebakaran 7 menara apartemen berakhir,  dengan jumlah korban tewas yang ditemukan 128 orang. Sementara 279 lainnya masih dinyatakan hilang.

“Operasi pencarian korban selamat telah berakhir dan jumlah korban kini mencapai 128 tewas”, kata Kepala keamanan Hong Kong, Chris Tang,  mengatakan dalam konferensi pers, seperti dikutip Beritaprioritas.com, Jumat malam.

Tang mengatakan korban luka termasuk 12 petugas pemadam kebakaran dan lebih dari 1.000 petugas polisi telah dikerahkan sebagai bagian dari tanggap darurat.

Petugas pemadam kebakaran telah berhasil mengendalikan api pada Kamis sore, sehingga petugas penyelamat dapat mulai menyisir sisa-sisa kebakaran kompleks itu untuk mencari korban.

“Semoga mereka bisa menemukan lebih banyak korban selamat. Saya rasa mereka sudah berusaha sebaik mungkin. Petugas pemadam kebakaran sudah melakukan banyak hal,” kata warga Jacky Kwok.

“Ini bencana mengerikan yang tidak diinginkan siapa pun”, tambahnya.

Tim penyelamat sempat berjuang melawan panas yang menyengat, asap tebal, dan perancah serta puing-puing yang runtuh,  untuk menemukan penghuni apartemen yang terjebak di lantai atas kompleks tersebut.

Satu unit kompleks sempat terbakar lagi sekitar pukul 5 pagi hari Jumat dengan lidah api terlihat melalui jendela, disertai asap tebal, The Standard melaporkan, meskipun kini telah dapat dikendalikan.

Sampai hari Jumat asap masih terlihat dari sejumlah ruang apartemen yang terbakar hebat sejak hari Rabu hingga Kamis.

“Api diperkirakan akan padam sepenuhnya malam ini”, kata wakil direktur pemadam kebakaran, Derek Armstrong Chan.

Ia mengungkapkan petugas pemadam kebakaran telah menemukan beberapa orang yang selamat di bangunan yang hancur. Sebagian besar korban ditemukan di dua menara kompleks tersebut, rilis media The Independent.

Pihak berwajib Hong Kong menuduh perusahaan konstruksi yang merenovasi apartemen tersebut, telah melakukan ‘kelalaian berat’, sehingga mengakibatkan kebakaran paling mematikan dalam 80 tahun terakhir di Hong Kong itu.

Tujuh dari delapan menara hunian di Wang Fuk Court di distrik Tai Po itu, terbakar dalam kebakaran paling mematikan di kota China itu dalam hampir 80 tahun, yang memaksa hampir 900 dari 4.800 penduduk untuk tinggal di tempat penampungan sementara semalam.(P-Jeffry W)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x