Tonton Youtube BP

Militer Israel lakukan serangan mematikan ke Suriah

Jeffry Wuisan
28 Nov 2025 23:52
3 minutes reading

PRIORITAS, 28/11/25 (Damaskus): Pasukan Israel melakukan serangan mematikan di Suriah selatan, Jumat malam.

Operasi militer terbesar Israel sejak jatuhnya presiden Suriah Bashar al-Assad dari kekuasaan itu, membunuh 13 orang terutama militan Jama’a Islamiyya di Beit Jann.

Dalam baku tembak itu,  enam tentara Israel juga terluka, tiga di antaranya dalam kondisi serius.

Rekaman Pasukan Israel (IDF) seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Jumat (28/11/2025) menunjukkan terjadi baku tembak dalam penangkapan tersangka dari organisasi Al-Jama’a al-Islamiyya di Beit Jann itu.

“Operasi dilakukan Brigade Cadangan “Spearhead” (Brigade ke-55) IDF semalam”, kata militer Israel.

Menurut militer, pasukan tersebut bergerak setelah berminggu-minggu melakukan pengumpulan intelijen,  untuk menangkap tersangka dari organisasi Al-Jama’a al-Islamiyya yang beroperasi di Beit Jann, sekitar 11 kilometer dari perbatasan Israel.

Tentara Israel menangkap tiga tersangka di tempat tidur mereka. Salah satunya sebelumnya telah menembakkan roket dan menanam bahan peledak.

“Para tersangka beraksi di wilayah Beit Jann di Suriah selatan dan melancarkan serangan teror terhadap warga sipil Israel,” demikian pernyataan militer Israel.

Aktor musuh

Para pejabat keamanan Israel mengatakan serangan tersebut menggarisbawahi bahaya membiarkan aktor-aktor musuh bercokol di dekat Israel.

Militer Israel menilai kesepakatan dengan Suriah tidak mungkin tercapai saat ini, karena negara tersebut tidak stabil.

“Lebih dari segalanya, ini menunjukkan mengapa kami tidak dapat menarik diri dari wilayah yang telah kami rebut, terutama Hermon,” kata militer Israel.

Pejabat keamanan Israel mengatakan mereka tidak melihat indikasi keterlibatan pasukan yang setia kepada Presiden Ahmad al-Sharaa.

Pemerintah Suriah mengatakan setidaknya 13 orang tewas dan lainnya masih terjebak di bawah reruntuhan.

Televisi pemerintah Suriah, seperti dirilis media Suriah, North Press Agency, melaporkan banyak warga sipil termasuk di antara mereka yang tewas.

“Kami sedang tidur ketika dibangunkan pada pukul tiga pagi oleh suara tembakan,” kata warga yang terluka, Iyad Daher, kepada AFP di sebuah rumah sakit di Damaskus, sekitar 40 kilometer (25 mil) dari desa tersebut.

Mereka keluar untuk melihat apa yang terjadi dan para tentara dan tank Israel sudah mengepung desa.

Kemudian serangan udara datang, dan peluru mulai berjatuhan. “Saya terkena pecahan peluru di leher”, kata Daher.

Suriah mengecam

Seorang pejabat setempat mengatakan pasukan Israel menyerbu desa tersebut untuk menangkap tiga orang, yang memicu bentrokan.

“Setelah bentrokan tersebut, pasukan pendudukan Israel menembaki daerah tersebut dengan artileri dan drone,” kata pejabat Abdul Rahman al-Hamrawi.

Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam serangan Israel tersebut dan menyebut sebagai “serangan kriminal yang dilakukan patroli pendudukan Israel dan invasi ke wilayah Beit Jann”.

Kementerian tersebut mendesak Dewan Keamanan PBB, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan Liga Arab untuk menghentikan serangan Israel.

Setelah jatuhnya Assad pada bulan Desember 2024, Israel dengan cepat mengirim pasukan ke zona penyangga yang telah memisahkan pasukan Israel dan Suriah di Dataran Tinggi Golan sejak 1974.

Israel menduduki Dataran Tinggi Golan di Suriah itu pada tahun 1981 karena dianggap strategis untuk memantau pergerakan musuh. (P-Jeffry W)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x