Tonton Youtube BP

Korea Utara siap kirim 30 ribu tentara tambahan ke Rusia

Jeffry Wuisan
3 Jul 2025 13:36
2 minutes reading

PRIORITAS, 3/7/25 (Kyiv): Korea Utara (Korut) akan mengirim 30.000 tentara tambahan untuk membantu perang Rusia melawan Ukraina.

Jumlah ini hampir tiga kali lipat total tentara Korut yang dikirim ke Rusia tahun lalu.

Berdasarkan penilaian intelijen militer Ukraina (HUR), unit-unit baru tersebut mungkin tiba dalam beberapa bulan mendatang.

“Mereka kemungkinan akan terlibat dalam pertempuran di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia, termasuk selama operasi ofensif skala besar”, kata pejabat Ukraina, yang merahasiakan identitasnya, seperti dikutip Beritaprioritas dari media Ukraina, Kyiv Independent, hari Kamis (3/7/25).

Informasi tersebut menggarisbawahi meningkatnya keterlibatan Korea Utara dalam perang Rusia – Ukraina dan semakin dalamnya hubungan militer antara Pyongyang dan Moskow.

Korea Utara awalnya mengirim sekitar 11.000 tentara ke Rusia pada musim gugur tahun 2024 lalu, untuk membantu menangkal serangan Ukraina ke Oblast Kursk Rusia.

Berbagai perkiraan, sebanyak 4.000 hingga 6.000 tentara Korea Utara tewas selama perang ini.

Pesawat dan kapal

Intelijen militer Ukraina juga mencatat tanda-tanda pesawat militer Rusia, sedang diperbaiki untuk mengangkut pasukan Korea Utara melintasi Siberia Rusia.

Citra satelit mendeteksi sebuah kapal yang terlibat dalam pengerahan tahun lalu, kini berada di pelabuhan Rusia. Sementara sebuah pesawat kargo juga berada di bandara Sunan Korea Utara.

Perkiraan yang dilaporkan CNN melampaui analisa intelijen Korea Selatan, yang memperkirakan Pyongyang hanya akan mengirim 15.000 tentara tambahan ke Rusia, paling cepat pada bulan Juli atau Agustus tahun ini.

Setelah kunjungannya ke Pyongyang pada bulan Juni, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Sergei Shoigu, juga mengumumkan Korea Utara akan mengirim 1.000 prajurit dan 5.000 insinyur militer ke Oblast Kursk Rusia.

Sumber amunisi Rusia

Bantuan Pyongyang kepada Rusia tidak terbatas pada pasukan. Korea Utara juga menjadi sumber amunisi utama Rusia,  sepeti peluru artileri dan rudal balistik.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan diktator Korea Utara, Kim Jong Un, sudah menandatangani Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif di Pyongyang pada Juni 2024.

Berdasarkan perjanjian tersebut, kedua negara berjanji untuk saling memberikan bantuan jika salah satu diserang.

Meskipun awalnya kedua negara membantah keterlibatan pasukan Korea Utara dalam perang Rusia-Ukraina, baik Putin maupun Kim akhirnya mengakui pengerahan pasukan tersebut awal tahun ini. (P-Jeffry W)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x