25.3 C
Jakarta
Sunday, April 6, 2025
spot_img

    Jurnalis dan pemilik media ‘online’ iNSulteng.id Palu ditemukan tewas di penginapan di Jakarta

    Terkait

    PRIORITAS, 5/4/25 (Palu): Situr Wijaya, jurnalis dan juga pemilik media online iNSulteng.id ditemukan tewas di sebuah penginapan di Jakarta Jumat, 4 April 2025. Kabar yang diterima Beritaprioritas.com pada Sabtu (5/4/25) menyebutkan, jenazah korban saat ini berada di RS Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan otopsi lebih lanjut. Situr baru sehari tiba di Jakarta dari Palu.

    Kematian jurnalis Situr Wijaya, menimbulkan banyak tanda tanya, terutama bagi keluarga dan rekan-rekannya. Berdasarkan keterangan sang istri, Selvi, di Palu, suaminya berpamitan pada Kamis (3/4/25) untuk berangkat ke Jakarta dalam kondisi sehat tanpa tanda-tanda sakit.

    Namun, keesokan harinya, Jumat (4/4/2025), Selvi menerima kabar mengejutkan, Situr ditemukan tewas di sebuah penginapan yang hingga kini nama dan lokasinya belum terungkap.

    Ada kejanggalan

    Info yang diperoleh Beritaprioritas.com dari rekan jurnalis, kematian almarhum Situr tampak ada kejanggalan. Saat Ponsel almarhum dihubungi, panggilan dijawab oleh pihak medis dari rumah sakit tempat jenazahnya berada.

    Saat ditanya mengenai lokasi penginapan tempat Situr ditemukan, pihak medis enggan memberikan informasi lebih lanjut.

    Bahkan foto yang diterima juga memperlihatkan kondisi penginapan yang tampak tidak seperti penginapan pada umumnya di Jakarta. Dindingnya masih berupa batako yang belum diplester, dan lantainya terlihat pecah.

    Sementara itu diketahui, beberapa bagian tubuh Situr tampak lebam kemerahan. Hal ini memicu spekulasi lebih lanjut mengenai penyebab kematiannya.

    Padahal, menurut keterangan keluarga dan rekan-rekannya, Situr selama ini dalam keadaan sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit serius.

    Saat ini, jenazahnya masih berada di rumah sakit di Jakarta menunggu kedatangan keluarga. Besar kemungkinan, pihak keluarga akan meminta autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematiannya. Sampai sejauh ini, belum ada keterangan dari pihak kepolisian.

    Misteri kematian Situr Wijaya kini menjadi perhatian banyak pihak. Apakah ini hanya kematian wajar, atau ada kaitannya dengan karya jurnalistiknya yang kritis? Karier jurnalistik Situr dimulai dari Trimedia Group, penerbit koran Mercusuar. Ia kemudian bergabung dengan media lokal lainnya seperti Sulteng Raya dan Banggai Raya.

    Tak hanya di media cetak, ia juga aktif sebagai kontributor Metro TV, RTV, serta media online Kumparan. Selain itu, Situr pernah menjabat sebagai Redaktur di media Posrakyat sebelum akhirnya mendirikan dua media online miliknya sendiri, yaitu InSulteng Grup dan InIndonesia.

    Ia juga merambah dunia digital dengan mengembangkan konten di platform YouTube dan meraih kesuksesan sebagai kreator. Situr merupakan sosok yang sangat berdedikasi dan penuh semangat dalam dunia jurnalistik.

    Ditanggung gubernur

    Gubernur Sulteng, Anwar Hafid siap menanggung biaya pemulangan jenazah ke Kota Palu. Kabarnya Anwar Hafid menyampaikan langsung niatnya untuk membantu pemulangan jenazah melalui jaringan komunikasi wartawan Sulteng.

    “Saya siap menanggung biaya pemulangan jenazah almarhum ke Palu,” ujar Gubernur Anwar Hafid, Jumat (4/4/25).

    Langkah ini mendapat apresiasi dari para jurnalis dan masyarakat yang mengenal figur almarhum dalam berkecimpung di dunia jurnalistik lokal ini. Meninggalnya almarhum menjadi duka yang mendalam bagi banyak orang khususnya kalangan jurnalis. (P-Elkana L)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Headline News

    - Advertisement -spot_img

    Terkini