27.3 C
Jakarta
Sunday, April 6, 2025
spot_img

    Jakarta banjir lagi, Rano Karno: Relokasi ke rumah susun pemprov sebagai solusi pengungsian

    Terkait

    PRIORITAS, 4/3/25 (Jakarta): Jakarta kembali banjir setelah hujan terus-menerus. Di pengungsian Kampung Melayu dan Bidara Cina, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menawarkan relokasi ke rumah susun Pemprov sebagai solusi jangka panjang.

    Pemprov DKI Jakarta memiliki beberapa rumah susun yang dapat dihuni, termasuk di Jagakarsa sudah memiliki tiga tower siap pakai. “Tadi saya bilang ke warga, ini mau begini terus? Yuk, pindah deh ke rusun,” ucap Rano, Senin (3/3/25).

    Hingga hari kedua banjir, jumlah RT terdampak di Jakarta terus meningkat. Beritaprioritas mengutip pantaubanjir.jakarta.go.id, mencatat 91 RT terendam per Selasa (4/3/25) pukul 06.54 WIB.

    Luas wilayah terdampak mencapai 12,57 km² dari total 661,5 km² Jakarta. Banjir dipicu curah hujan tinggi dan luapan sungai di berbagai kawasan Ibu Kota.

    Titik tertinggi 90 cm

    Sejumlah RT terdampak banjir, termasuk di Kelurahan Kedoya Selatan, Rawa Buaya, dan Cengkareng Timur. Ketinggian air bervariasi, dengan titik tertinggi 90 cm di RT 002 RW 005 Kedoya Selatan.

    Di Rawa Buaya, genangan 30 cm terjadi di RT 011 RW 001. Sementara di Cengkareng Timur, RT 015 RW 016 dan RT 020 RW 016 tergenang hingga 50 cm.

    Beberapa pintu air berstatus siaga sebagai indikator potensi banjir. Pintu Air Cengkareng Drain saat ini Siaga 1 dengan ketinggian 335 cm.

    Pintu Air Sunter Hulu dan Pintu Air Depok berstatus Siaga 2 dengan ketinggian masing-masing 243 cm dan 281 cm. Sementara itu, Pintu Air Marina Ancol, Bendung Cibalok-Gadog, dan Pintu Air Manggarai berstatus Siaga 3.

    Potensi kenaikan debit air

    BPBD DKI Jakarta mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air, mengikuti informasi resmi, dan segera mengungsi jika situasi memburuk.

    Data banjir diperbarui secara berkala melalui situs resmi BPBD DKI Jakarta dan Dinas Sumber Daya Air. Informasi terbaru dapat diakses di pantaubanjir.jakarta.go.id.

    Banjir tidak hanya melanda Jakarta, tetapi juga Bekasi. Permukiman warga di Kampung Lebak, Teluk Pucung, Bekasi Utara, terendam akibat luapan Kali Bekasi.

    BPBD Kota Bekasi mencatat 150 Kepala Keluarga atau KK terdampak dengan ketinggian air mencapai 110 cm. Sebanyak 600 warga mengungsi, dengan 20 KK ditempatkan di musala setempat dan lainnya ke rumah kerabat.

    Demi keamanan, BPBD berkoordinasi dengan PLN untuk memutus sementara aliran listrik di area terdampak. Sementara itu, banjir juga merendam seluruh Kompleks Villa Jatirasa, Jatiasih, sejak Selasa (4/3/25) dini hari.

    Hingga lantai dua rumah 

    Warga terdampak terpaksa mengungsi atau bertahan di lantai dua rumah mereka.

    “Satu kompleks terendam semua, air mulai masuk deras sekitar pukul 01.00 WIB,” ujar Rozak, warga setempat, Selasa (4/3/2025).

    Ketinggian air bervariasi, bahkan mencapai satu meter di lantai dua rumah yang dekat dengan Sungai Cikeas. Sebagian warga mengungsi ke posko darurat yang disediakan relawan dan pengurus RW.

    “Banyak yang bertahan di atap, Basarnas dan relawan sudah turun membantu,” tuturnya, demikian informasi yang telah diterima Beritaprioritas.com. (P-*R/Zamir A)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Headline News

    - Advertisement -spot_img

    Terkini