Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Leo XIV . (Courtessy CNNIndonesia.com/REUTERS/Alessandro Garofalo)PRIORITAS, 22/11/25 (Amerika): Dalam siaran video langsung dari Vatikan menuju konferensi pemuda Katolik nasional di Indianapolis, Indiana, pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Leo XIV menyampaikan kepada kaum muda bahwa Artificial Intelligence (AI) “menjadi salah satu fitur penentu zaman kita.”
“Menggunakan AI secara bertanggung jawab berarti menggunakannya dengan cara yang membantu Anda berkembang,” kata Paus Leo seperti dikutip Reuters. Menurut Paus, kecerdasan buatan atau AI mungkin merupakan alat yang berguna untuk belajar, tetapi jangan gunakan untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR) Anda. “Jangan memintanya melakukan pekerjaan rumah Anda untuk Anda.”
Demikian bunyi pesan yang disampaikan oleh Paus Leo kepada sekitar 15.000 remaja Amerika Serikat (AS) dalam sesi tanya jawab pada hari Jumat (21/11/25) waktu setempat. Paus Leo, yang merupakan Paus AS pertama, berbicara selama sekitar 40 menit dengan kaum muda AS dalam acara pertama kepausannya selama enam bulan ini. Dia juga menjawab pertanyaan tentang iman Katolik dan memberikan nasihat mengenai cara mencari teman di sekolah. Paus Leo semakin meningkatkan kritiknya terhadap kebijakan anti-imigrasi Presiden AS Donald Trump.
Dalam siaran video itu dia juga secara singkat berbicara tentang politik. Dia mengatakan Yesus menginginkan orang Kristen menjadi “orang yang membangun jembatan, bukan tembok,” menggemakan salah satu kritik keras mendiang Paus Fransiskus terhadap Trump.
“Tolong berhati-hatilah untuk tidak menggunakan kategori politik untuk berbicara tentang iman, untuk berbicara tentang Gereja,” ujar Paus Leo kepada kaum muda dikutip CNNIndonesia.com. “Gereja tidak termasuk dalam partai politik mana pun. Sebaliknya, dia membantu membentuk hati nurani Anda… sehingga Anda dapat berpikir dan bertindak dengan kebijaksanaan dan kasih,” ujarnya. (P-wr)
No Comments