Beasiswa ke China jadi langkah Aceh siapkan SDM unggul untuk industri masa depan

Giovanni Riung
Senin, 20 Juli 2026
Pendidikan 0 188
2 menit membaca

PRIORITAS, 20/7/26 (Banda Aceh): Upaya Pemerintah Aceh meningkatkan daya saing sumber daya manusia terus diperkuat melalui pengiriman empat siswa penerima beasiswa ke Sichuan Vocational College of Chemical Technology, China. Sebelum memulai perkuliahan, mereka terlebih dahulu mengikuti pelatihan intensif bahasa Mandarin di Morowali, Sulawesi Tengah, selama tiga bulan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh Marthunis mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari persiapan akademik agar para penerima beasiswa mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran dan lingkungan di China.

“Pelatihan bahasa Mandarin diberikan sebelum mereka memulai kuliah sehingga memiliki bekal yang cukup untuk mengikuti proses belajar di Sichuan Vocational College of Chemical Technology,” ujarnya di Aceh Besar, Senin.

Beasiswa ke China

Adapun siswa yang memperoleh beasiswa tersebut yakni Enver Maula Aufasyah Putra dari SMAN 3 Banda Aceh, Maxalmina Mughayatsyah dari MAS Jeumala Amal Lueng Putu, Kabupaten Pidie Jaya, serta Muhammad Izyan Azhar dan Muhammad Badawi Fadillah dari SMKN 2 Banda Aceh.

Menurut Marthunis, keberhasilan para siswa menembus perguruan tinggi luar negeri menjadi bukti bahwa pelajar Aceh mampu bersaing di tingkat internasional. Ia berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta membangun karakter.

Ia juga mengingatkan agar para mahasiswa menjaga nama baik Aceh dan Indonesia selama menempuh pendidikan, kemudian kembali membawa ilmu dan pengalaman yang dapat mendukung pembangunan daerah.

Program beasiswa ini diharapkan mampu memotivasi lebih banyak pelajar Aceh untuk meningkatkan prestasi akademik, menguasai bahasa asing, serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan global.

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menilai keberhasilan tersebut merupakan kebanggaan bagi masyarakat Aceh. Ia berharap seluruh pihak terus memberikan dukungan hingga para mahasiswa menyelesaikan pendidikan dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Menurut Fadhlullah, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar generasi muda Aceh dapat mengambil peran strategis dalam pengembangan hilirisasi industri, termasuk sektor pertambangan.

“Putra-putri Aceh jangan hanya menjadi penonton dalam proses hilirisasi pertambangan. Mereka harus menjadi pelaku utama yang mampu mengelola, mengembangkan, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan industri di daerah sendiri,” ujar Fadhlullah. (P-Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025