27.3 C
Jakarta
Sunday, April 6, 2025
spot_img

    Baznas siapkan 10 program prioritas dan nyatakan keinginan berkolaborasi sukseskan ‘makan gratis’

    Terkait

    PRIORITAS, 27/9/24 (Jakarta): Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah terpilih dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis, melalui optimalisasi peran penerima zakat (mustahik) binaan.

    Hal tersebut disampaikan Ketua Baznas RI Noor Achmad usai menutup Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Baznas se-Indonesia 2024 di Balikpapan, Kalimantan Timur. “Kita harapkan ada kolaborasi mempekerjakan para mustahik. Dengan begitu bisa menyerap tenaga kerja,” kata Noor melalui keterangan di Jakarta, Jumat (27/9/24).

    Noor mengatakan saat ini terdapat banyak mustahik binaan Baznas yang memiliki hasil produksi yang mumpuni, melalui program lumbung pangan, balai ternak, hingga UMKM binaan Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) seluruh Indonesia.

    “Kami punya balai ternak, baik sapi maupun ayam petelur dan potong, kemudian juga ikan. Kami juga punya UMKM kecil di kampung-kampung serta para mustahik yang bisa masak di dapur, sementara yang muda bisa menjadi juru antar makanan tersebut,” jelasnya.

    Melalui kolaborasi tersebut, Noor menekankan tidak ada kapitalisasi atau upaya mengambil untung, namun justru menyerap tenaga kerja yang berada di desa. “Jadi kalau ada kolaborasi antara pemerintah dengan Baznas, maka Baznas akan memperkuat peran mustahik dalam hal pemberdayaan,” ujarnya.

    Diketahui, Rakornas Baznas diselenggarakan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan Baznas se-Indonesia dari Pusat, 38 provinsi, dan 514 kabupaten/kota dengan mengangkat tema “Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita”.

    Siapkan 10 Program Prioritas 2025

    Sebelumnya, Deputi II Baznas RI, Imdadun Rahmat mengatkan, Baznas telah menyiapkan sebanyak 10 program prioritas untuk dilaksanakan pada 2025, sebagai upaya dalam membantu pengentasan kemiskinan di Indonesia.

    “Baznas telah menyiapkan 10 program prioritas yang diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi perekonomian masyarakat,” katanya melalui keterangan di Jakarta, Jumat (27/9/24).

    Dilansir Antara, Imdadun memaparkan kesepuluh program tersebut adalah Rumah Sehat Baznas (RSB), Baznas Microfinance, Kampung Zakat, Santripreneur, Beasiswa Baznas, Z-Chicken, Z-Mart, Rumah Layak Huni, Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, serta Baznas Tanggap Bencana (BTB).

    Ia mengatakan, program-program tersebut mencakup berbagai aspek mulai dari pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga program-program berbasis teknologi yang akan meningkatkan efisiensi dan cakupan distribusi zakat kepada yang berhak menerimanya.

    “Melalui program-program prioritas ini, Baznas tidak hanya berfokus pada bantuan material, namun juga pada pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

    Imdadun menegaskan pihaknya ingin memastikan bahwa masyarakat yang menerima bantuan zakat, infak, dan sedekah dapat mandiri secara ekonomi, sehat secara jasmani, dan memiliki akses pendidikan yang layak. “Dengan demikian, kita tidak hanya membantu mereka untuk bertahan, tapi juga memberikan mereka peluang untuk berkembang,” ucapnya.

    Imdadun menekankan pihaknya optimistis pengentasan kemiskinan di Indonesia dapat terbantu melalui sejumlah program tersebut, tentunya dengan bantuan dan kerja sama antarpemangku kepentingan baik pemerintah, swasta, hingga masyarakat melalui Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). “Mari kita jadikan zakat sebagai solusi efektif dalam menciptakan keadilan sosial,” tuturnya. (P/bwl)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Headline News

    - Advertisement -spot_img

    Terkini