27.3 C
Jakarta
Sunday, April 6, 2025
spot_img

    Basuki Hadimulyono hadiri “Open House” di Istana, bicara soal pempek dan progres IKN

    Terkait

    PRIORITAS, 31/3/25 (Jakarta): Lumayan lama tidak muncul di media, pada momentum Idul Fitri 1446 H hari ini, Senin (31/3/25), Basuki Hadimulyono mencuri perhatian. Lewat siaran YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Kepala Otorita Ibukota Nusantara (OIKN) itu bicara hal ringan mengenai makanan favorit saat Lebaran, tapi ia juga sempat menyinggung progres pembangunan di IKN.

    Dalam video yang menampilkan seorang repoter melalukan wawancara door stop dengan mencegat mantan Menteri Pekerjaan Umum itu di halaman Istana, Basuki Hadimulyono menjawab pertanyaan dengan gaya khasnya rileks.

    Ditanya soal makanan makanan favorit yang paling dinantikan untuk disantap pada momen Hari Raya Idul Fitri, Basuki menyebut makanan khas Palembang, pempek.

    Tentu saja itu berbeda dengan kebanyakan makanan Lebaran yang biasanya dinantikan yaitu ketupat dan opor ayam. Tapi sebetulnya tidak perlu heran karena mantan Menteri Pekerjaan Umum itu berasal dari “Kota Pempek” Palembang.

    “Saya orang Palembang, wah bahkan tiap Sabtu, Minggu, saya sarapan pempek,” kata Basuki.

    Anggota keluarganya, kata dia, juga turut menjadikan pempek sebagai makanan favorit untuk setiap momen, tak terkecuali saat momen Lebaran. “Anak, cucu saya, senang pempek,” ujarnya.

    Dipancing reporter yang ternyata juga merupakan “wong kito juo” alias orang Palembang untuk menyampaikan kesukaannya terhadap pempek dalam bahasa Pelambang, Basuki Hadimulyono melayaninya. Dengan fasih, dia berbicara bahasa Palembang.

    Perkembangan IKN

    Sebelumnya, Basuki juga sedikit membahas soal perkembangan atau progres pembangunan IKN. Disampaikannya, pembangunan IKN dilanjutkan.

    Katanya, Presiden Prabowo Subianto memintanya agar pembangunan IKN bisa dipercepat. “(Kata Presiden) saya ditugaskan di sana utamanya untuk melanjutkan, membangun, menyiapkan ekosistem,” katanya.

    Ditambahkannya, Yudikatif (MK, MA dan Judicial Commission atau Komisi Yudisial), kemudian legislatif (DPR, MPR, DPD) dan kawasan-kawasannya, jalan-jalan dan huniannya terus dibangun. Basuki mengatakan, Presiden ingin tahun 2028 kota (IKN) benar-benar sudah beroperasi.

    Pada bagian akhir wawancara singkat tersebut, reporter meminta Kepala Otorita IKN itu menyampaikan pantun. “Pak Bas” – demikian ia sering dipanggil – pun dengan sigap berpantun. “Ke istana naik bis, mohon maaf pantun saya sudah habis,” ucap Basuki diakhiri derai tawa. (P-ht)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Headline News

    - Advertisement -spot_img

    Terkini