PRIORITAS, 3/7/25 (Kyiv): Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pentagon, telah menghentikan sementara pengiriman rudal pertahanan udara dan amunisi presisi lainnya ke Ukraina, karena kekhawatiran stok di AS berkurang.
Menurut media Ukraina, Kyiv Independent, pengiriman persenjataan yang ditunda adalah senjata pencegat serangan udara, Patriot, peluru artileri presisi, rudal Hellfire, dan amunisi lain yang digunakan jet tempur F-16 Ukraina.
Meski begitu, Pentagon mengatakan pihaknya memberikan Presiden Donald Trump pilihan untuk melanjutkan bantuan militer ke Ukraina, sejalan dengan tujuan mengakhiri perang Rusia di sana.
“Pada saat yang sama, departemen tersebut secara ketat memeriksa dan menyesuaikan pendekatannya untuk mencapai tujuan ini, sambil juga menjaga kesiapan pasukan AS untuk prioritas pertahanan,” kata wakil menteri kebijakan AS, Elbridge Colby, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari The Independent, hari Kamis (3/7/25).
Prioritas baru
Penghentian pengiriman senjata ke Ukraina mencerminkan serangkaian prioritas baru di bawah presiden Donald Trump.
Ini terjadi setelah pejabat Departemen Pertahanan menyuarakan kekhawatiran ketika meneliti persediaan atau stok senjata AS saat ini yang semakin berkurang.
Tinjauan Pentagon menetapkan stok beberapa senjata, yang dijanjikan sebelumnya untuk Ukraina, ternyata terlalu rendah.
“Sehingga pengiriman beberapa barang yang tertunda tidak akan dikirim”, ungkap seorang pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim untuk memberikan informasi yang belum dipublikasikan.
Keputusan menghentikan pengiriman bantuan rudal dan amunisi presisi ini, juga diakui pihak Gedung Putih.
“Ini untuk mengutamakan kepentingan Amerika setelah meninjau kembali dukungan dan bantuan militer negara kita kepada negara lain di seluruh dunia,” kata juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly.
Menurut dia, kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat tidak perlu diragukan lagi.
“Tanyakan saja pada Iran. Itu merujuk pada perintah Trump baru-baru ini untuk menyerang situs nuklir di Iran lewat rudal”, ujarnya.
Ukraina terancam
Penghentian beberapa pengiriman senjata dari AS mengancam pertahanan Ukraina, pada saat Rusia telah meningkatkan serangannya dalam beberapa minggu terakhir.
Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan kepada Kuasa Usaha AS, John Ginkel, penundaan apa pun dalam bantuan militer AS hanya akan memperpanjang perang.
Ginkel bertemu Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina, Mariana Betsa, atas permintaan kepala diplomat Ukraina, Andrii Sybiha.
“Setiap penundaan atau keraguan dalam mendukung kemampuan pertahanan Ukraina, hanya akan mendorong Rusia untuk melanjutkan perang dan teror, daripada mengejar perdamaian”, kata Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina, Mariana Betsa.
Hingga saat ini, AS telah memberikan Ukraina lebih dari $66 miliar senjata dan bantuan militer lain, sejak Rusia menginvasi tetangganya itu Februari 2022.
Selama perang, AS secara rutin mendesak sekutu untuk menyediakan sistem pertahanan udara bagi Ukraina.
Namun, banyak yang enggan menyerahkan sistem berteknologi tinggi tersebut, terutama negara-negara di Eropa Timur yang juga merasa terancam invasi Rusia.
64 miliar euro
Kiel Institute, yang melacak tingkat dukungan militer ke Ukraina sejak perang dimulai, mengatakan Washington telah menyediakan lebih dari 64 miliar euro (£55 miliar) dalam dukungan militer.
Sejak November, rudal ATACMS buatan AS telah digunakan Ukraina, dalam serangan penting terhadap target jauh di dalam Rusia, dengan jangkauan sekitar 190 mil (300 kilometer).
AS juga menyediakan ratusan senjata artileri Howitzer, lebih dari 20 tank, bersama dengan sistem rudal permukaan-ke-udara antipesawat dan beberapa sistem peluncur roket.
Bantuan AS telah mencapai 114,6 miliar euro dalam bentuk sumbangan keuangan, kemanusiaan, dan militer kepada Ukraina sejak perang dimulai.
Khusus bantuan militer, AS telah memberikan 64,5 persen dari dukungan yang diterima Ukraina selama ini.(P-Jeffry W)