Tonton Youtube BP

Puji paparan Gubernur BI di PTBI 2025, Presiden Prabowo: Saya minta ‘copy’ presentasi Anda

Herling Tumbel
28 Nov 2025 23:01
5 minutes reading

PRIORITAS, 28/11/25 (Jakarta): Presiden RI, Prabowo Subianto, terang-terangan memuji paparan tim pengelola ekonomi Indonesia, khususnya Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, Jumat (28/11/25).

“Terima kasih tim pengelola ekonomi, saya tidak akan mengulangi karena Saudara punya presentasi sudah rinci, sudah baik sekali, bahkan Gubernur BI saya minta kopinya presentasi anda. Iya enggak apa-apa, enggak apa-apa, kalau yang baik kita akui yang baik,” ucap Presiden Prabowo di lokasi acara, Grha Bhasvara Icchana, Kompleks Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam paparannya antara lain menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia ke depan akan lebih baik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan, dengan tetap mewaspadai ketidakpastian global yang tinggi.

Bank Indonesia, katanya, memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 berada di kisaran 4,7–5,5 persen dan meningkat lebih tinggi pada 2026 dan 2027 masing-masing dalam kisaran 4,9–5,7 persen dan 5,1–5,9 persen.  Itu terjadi karena didukung oleh konsumsi dan investasi yang meningkat, serta ekspor yang cukup baik di tengah perlambatan ekonomi dunia.

Ditambahkannya, inflasi akan tetap terjaga rendah dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027 didukung konsistensi kebijakan moneter, kebijakan fiskal, eratnya sinergi pengendalian inflasi baik di pusat maupun di daerah, dan penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional.

“Stabilitas eksternal dan sistem keuangan tetap terjaga, disertai digitalisasi yang terus berkembang pesat. Ke depan, lima tantangan global perlu terus dicermati dan diwaspadai, yakni berlanjutnya kebijakan tarif AS, melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia, tingginya utang Pemerintah dan suku bunga negara maju, tingginya kerentanan dan risiko sistem keuangan dunia, serta maraknya uang kripto dan stablecoins pihak swasta,” ungkap Gubernur BI, sebagaimana dilansir dari transkrip pidato Presiden di PTBI 2025 di laman resmi presidenri.go.id.

Pada bagian lain paparannya, Perry menekankan pentingnya stabilitas sebagai pilar utama dalam lima sinergi ekonomi, termasuk penguatan pembiayaan, pasar keuangan, percepatan ekonomi digital, serta kerja sama investasi dan perdagangan.

Ia juga menyebut Sumitronomics, gagasan Prof. Sumitro Djojohadikusumo yang berfokus pada tiga pilar: pertumbuhan tinggi, pemerataan manfaat pembangunan, dan stabilitas nasional yang dinamis.

Hal senada juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menyatakan risiko ekonomi 2026 telah terkendali sejak akhir 2025 sehingga prospek pertumbuhan tahun depan positif.

Ia menilai konsumsi masyarakat tetap kuat, tercermin dari Mandiri Spending Index yang naik menjadi 312,8 pada November. Investasi juga tumbuh dengan realisasi Rp1.434 triliun hingga September, sementara belanja negara mencapai Rp1.109 triliun untuk menjaga daya beli.

Presiden Prabowo Subianto (tengah) saat tiba di lokasi acara PTBI 2025 di Grha Bhasvara Icchana, Kompleks Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (sebelah kanan Presiden), dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (sebelah kiri Presiden). Tampak pula Mendagri Tito Karnavian (belakang Presiden). (Source: BPMI Setpres)

Eksekusi

Merespon paparan Menko Perekonomian dan Gubernur BI, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi. “Tadi paparan dari Menteri Koordinator Perekonomian dan paparan dari Saudara Gubernur BI, saya kira secara objektif, secara jujur bisa kita terima sebagai dua paparan yang sangat komprehensif, sangat lengkap, sangat detail dan mencerminkan,” kata Presiden Prabowo.

Paparan itu, lanjut Presiden, memberi gambaran kondisi ekonomi Indonesia yang sesungguhnya cukup menjanjikan, cukup menenangkan kita di tengah tantangan global yang penuh ketidakpastian.

Ia mengingatkan situasi di mana terjadi perang dagang, perang ekonomi, terjadi persaingan keras untuk hegemoni global, di mana di tengah tanda-tanda optimis bahwa konflik peperangan besar sudah bisa kelihatan ada tanda-tanda dapat diselesaikan muncul juga kondisi-kondisi ketegangan di tempat-tempat lain.

“Jadi, di tengah ini semua kondisi perekonomian kita yang tadi dipresentasikan oleh Menteri Koordinator Ekonomi dan Gubernur BI saya kira cukup memberi suatu rasa optimisme bagi kita sekalian,” ungkap Presiden.

Namun, Presiden Prabowo juga menyampaikan harapan. “Tadi paparan, tadi peta sudah baik, sudah benar, tetapi saya ingatkan sekarang adalah pelaksanaannya,” ujarnya.

“Sekarang adalah execution, sekarang adalah how to solve to problem, how to bring solution as fast as possible to the people. Rakyat kita yang paling miskin, rakyat kita yang paling bawah tidak bisa menunggu, dia harus dapat segera aksi-aksi yang membela mereka,” kata Prabowo.

“Saya terima kasih Gubernur BI, enggak usah pengarahan terlalu banyak. Thank you, laksanakan. We are on the right track. Banyak kekurangan, ya, kita perbaiki bersama, saling mengisi, saling membantu, sinergi, persatuan, rekonsiliasi, hanya itu,” ujar Presiden.

Ia menambahkan, “Begitu kita kompak semua unsur, semua partai, semua suku, semua agama, semua stakeholder dari manapun, yang besar, yang menengah, yang kecil, swasta, buat kita bersatu bekerja untuk mengatasi kesulitan rakyat menuju Indonesia Emas.”

Dihadiri pejabat tinggi negara

PTBI 2025 bertema “Tangguh dan Mandiri, Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”, terpantau dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara seperti Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Puan Maharani, Ketua Mahkamah Agung Prof. Sunarto, para Menteri Koordinator, para Menteri/Kepala Badan, para Wakil Menteri, Kapolri, Panglima TNI, Ketua DEN dan seluruh anggota Kabinet Merah Putih.

Hadir juga Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun, para Duta Besar negara sahabat dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Republik Rakyat Tiongkok, Brunei Darussalam, Kamboja dan Thailand.

Saat menyampaikan ucapan terimakasih kepada para duta besar, Prabowo menyelipkan selorohan. “Terima kasih kehadiran yang mulia. Thank you very much for your presence here. Yang lain kok enggak hadir ya? Kita catat, siapa yang hadir berarti sahabat benar,” kata Presiden Prabowo yang disambut tawa hadirin.

Selain itu, hadir pula sejumlah Kepala Daerah mulai dari Gubernur, Bupati, hingga Wali Kota, dan pimpinan perusahaan BUMN dan swasta.

Arah kebijakan pemerintah

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) merupakan puncak high level event (HLE) Bank Indonesia yang telah diselenggarakan secara rutin sejak tahun 1969.

Agenda utama PTBI adalah penyampaian pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian nasional, tantangan yang dihadapi dan arah kebijakan Bank Indonesia ke depan. Dalam kesempatan ini, Presiden RI menyampaikan arahan mengenai kebijakan pemerintah ke depan.

Pandangan dan arahan tersebut sangat ditunggu oleh para pemangku kepentingan dan akan menjadi referensi, khususnya bagi pelaku industri, investor dan kalangan dunia usaha dalam menentukan berbagai kebijakan maupun keputusan bisnis ke depan. (P-*/ht)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x