26.7 C
Jakarta
Saturday, April 5, 2025
spot_img

    Donald Trump umumkan tarif impor, Indonesia pun ikut jadi target

    Terkait

    PRIORITAS, 3/4/25 (Washington): Informasi yang diterima Beritaprioritas.com, mengungkapkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Kamis (3/4/25) WIB ini, mengumumkan kebijakan tarif impor baru yang menargetkan sejumlah negara termasuk beberapa mitra dagang terdekat AS. Indonesia juga termasuk di dalamnya yang terkena penerapan tarif baru tersebut.

    Berbagai kalangan internasional menilai, langkah ini berisiko memicu perang dagang yang berpotensi merugikan perekonomian global.

    “Hari Pembebasan”

    Sementara itu, dalam pidato di “Rose Garden” (Taman Mawar) Gedung Putih dengan latar belakang bendera AS, Trump menerapkan tarif impor tinggi terhadap China dan Uni Eropa. Ia menyebutnya hari itu sebagai “Hari Pembebasan”.

    Sontak mata uang dolar AS langsung melemah satu persen terhadap euro serta mengalami pelemahan terhadap mata uang utama lainnya setelah pengumuman tarif impor ini.

    “Selama bertahun-tahun, negara kita telah dieksploitasi oleh berbagai negara, baik sekutu maupun lawan,” kata Trump.

    Tarif impor yang diterapkan meliputi:

    • – 34 persen untuk impor dari Tiongkok (ditambah 20% tarif sebelumnya, total 54%)
      – 20 persen untuk Uni Eropa
      – 24 persen untuk Jepang
      – 26 persen untuk India
      – 46 persen untuk Vietnam
      – 24-49 persen untuk Thailand, Indonesia, Malaysia, Kamboja, dan Myanmar
      – 24 persen untuk Brunei
      – 10 persen untuk Singapura
      – Tarif dasar 10 persen untuk Inggris dan beberapa negara lainnya

    Selanjutnya Trump menampilkan grafik daftar pungutan, mengeklaim kebijakan tarif impor ini lebih rendah dibandingkan tarif yang dikenakan negara-negara lain terhadap produk ekspor AS.

    Dilaporkan, pengumuman ini disambut sorak-sorai dari para pekerja industri baja, minyak, dan gas yang hadir dalam acara tersebut. “Tarif ini akan membuat Amerika kaya kembali,” ujar Trump.

    Berpotensi memicu resesi

    Tetapi, banyak ekonom memperingatkan kebijakan ini berpotensi memicu resesi di AS karena peningkatan biaya bagi konsumen domestik serta risiko perang dagang global yang merugikan.

    Dilaporkan pula, pasar keuangan juga bereaksi negatif, dengan volatilitas meningkat akibat ketidakpastian kebijakan perdagangan AS.

    Satu hal lagi, langkah Trump ini semakin memperburuk hubungan dengan sekutu lama AS. Mitra dagang utama telah mengancam akan melakukan pembalasan dengan memberlakukan tarif serupa terhadap produk-produk AS.

    Kendati begitu, Trump tetap optimis kebijakan ini akan menandai era baru bagi industri Amerika. “Hari ini akan dikenang sebagai hari di mana industri Amerika lahir kembali,” tegasnya.

    Selanjutnya, dunia akan menunggu langkah berikutnya dari negara-negara yang terkena dampak tarif impor ini apakah mereka akan melakukan negosiasi atau memilih jalur konfrontasi dalam eskalasi perang dagang global ini. (P-me)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Headline News

    - Advertisement -spot_img

    Terkini