Atasi aksi begal, TNI AD siap turun tangan bantu Polri

Jeffrey Rawis
Jumat, 29 Mei 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 29/5/26 (Jakarta): Pelibatan TNIl8 Angkatan Darat (AD) dalam penanganan aksi begal merupakan bagian dari operasi militer selain perang (OMSP) yang sah berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

Sebagaimana penegasan Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono saat jumpa pers di Jakarta Pusat, Jumat (29/5/26), pelibatan tersebut dilakukan melalui mekanisme perbantuan kepada kepolisian sesuai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

“Perbantuan dilaksanakan sesuai ketentuan perundang-undangan dalam tugas operasi militer selain perang serta berdasarkan permintaan resmi dari pihak kepolisian,” ujar Donny, dikutip media.

Juga ia menegaskan, pelibatan TNI tidak mencakup kewenangan penegakan hukum, karena hal tersebut tetap menjadi kewenangan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Edukasi kepada masyarakat secara humanis

Selanjutnya Donny menjelaskan, TNI AD hanya berperan membantu kepolisian melalui kegiatan pengamanan seperti patroli bersama serta edukasi kepada masyarakat secara humanis terkait pencegahan tindak kejahatan jalanan.

Lalu ia menyebut TNI AD akan terus memperkuat kolaborasi dengan Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Panglima memberi persetujuan

Diketahui, sebelumnya Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas mengatakan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto telah memberikan persetujuan bagi prajurit TNI untuk membantu penanganan aksi begal sebagai bagian dari dukungan kepada Polri.

“Tidak ada instruksi khusus dari panglima TNI untuk operasi pemberantasan begal, namun menyetujui atau mengizinkan jajaran TNI untuk melakukannya dengan prinsip kehadiran prajurit di lapangan merupakan bagian dari upaya membantu Polri,” ungkap Nas saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Selasa (26/5/26).

Selanjutnya Nas menegaskan, TNI tidak akan terlibat langsung dalam penangkapan, penindakan hukum hingga proses pemeriksaan pelaku.

Tapi, kehadiran TNI, lanjut dia, hanya sebatas membantu Polri dalam memastikan masyarakat terlindungi dari aksi begal tersebut. (P-*r/jr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025